Politik
Trending

Jabar dan Jateng Perkuat Kolaborasi Wilayah Perbatasan

Sumber Foto: Instagram @hermansuryatman

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan  Jawa Tengah menjalin kerja sama untuk pengembangan wilayah perbatasan, dengan fokus utama pada upaya pencegahan kerusakan lingkungan dan ketersediaan air baku.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan  penandatanganan perjanjian kerja sama antara Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman dan Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin, (08/10/2024).

Sekda Jateng Sumarno mengatakan bahwa menjaga lingkungan dan ketersediaan air baku tersebut linier dengan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJMD) Jateng. Apalagi, menurutnya, Jateng juga ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai provinsi penumpu pangan dan industri sehingga membutuhkan keseimbangan agar dua hal itu dapat berjalan dengan baik.

“Kami ingin bareng-bareng menjaga ketersediaan air baku, tentu saja utamanya dengan menjaga lingkungan. Kita harus jaga bareng-bareng,” katanya.

Lebih lanjut, Sumarno mengatakan bahwa persoalan wilayah perbatasan tidak bisa dipisahkan oleh wilayah administratif karena aktivitas masyarakatnya menyatu sehingga diperlukan perhatian Bersama.

Oleh karena itu, melalui kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama yang telah terjalin sebelumnya antar kabupaten/kota.

Sumarno juga menyampaikan bahwa beberapa kabupaten/kota, baik di Jawa Tengah bagian barat maupun Jawa Barat bagian timur, telah menjalin kerja sama. Kerja sama tersebut meliputi Brebes, Cilacap, dan Tegal di Jawa Tengah, serta Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Pangandaran di Jawa Barat.

“Kabupaten/kota itu sudah menjalin kerja sama, termasuk dalam hal budaya dan ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Sekda Jabar Herman Suryatman mengatakan fokus kerja sama ini terkait wilayah perbatasan, mengingat ada empat daerah di Jabar yang berbatasan langsung dengan Jateng.

Menurutnya, kerja sama antar-pemerintah provinsi ini merupakan kunci dalam pengembangan wilayah. Kolaborasi ini bertujuan untuk memayungi dan mendorong agar kawasan perbatasan menjadi kawasan yang potensial baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya.

“Harapannya, daerah perbatasan ini pertumbuhan ekonominya bisa jauh lebih baik. Demikian juga tentang dinamika sosialnya bisa berlangsung kondusif,” ungkap Herman Suryatman.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button